|
Persiapan Sebelum Pameran (dikutip
dari Buletin IGSC Febuari 1994)
Sebelum AGJ/Anjing
Gembala German/Herder tersebut ikut serta berpameran, pemilik AGJ
dapat menginstropeksi sendiri tentang anjingnya secara mudah dan
umum yaitu :
1. Standard
(Tolak ukur) AGJ
Berpameran tentunya tidak terlepas dari standard AGJ yang telah
ditentukan, secara garis besar misalnya :
- Tinggi
anjing jantan 60-65 cm, betina 55-60 cm
- Jumlah
gigi cukup dan letaknya benar,
- Testis
jantan tidak monorchide/cryptorchide
- Tidak
berbulu panjang (long hair)
2. Kelayakan
Kondisi Anjing Gembala German
Apakah AGJ
tersebut layak dipamerkan bila bulunya rontok sekali, terlalu
kurus, terlalu gemuk, baru melahirkan atau baru sembuh dari sakit
?
Tentunya
kita kurang bijaksana bila AGJ ini dipamerkan. Kondisi kesehatan
anjing tidak terlepas dari perawatan yang baik dan teratur.
Makanan yang baik dan keteraturan latihan yang sesuai akan
menghasilkan kondisi AGJ yang maksimal.
Waktu
Pameran
Selain juri
bertolak ukur pada standard AGJ, alangkah baiknya kita tidak
mengesampingkan peranan Handler dan Double Handler.
Seorang
Handler sangat penting peranannya dalam membawakan AGJ dihadapan
juri. Ia harus cepat mempersembahkan/memperlihatkan kebaikan
anatomi AGJ itu dimata jutri dengan cara semaksimal mungkin dan
menguasai kemampuan dan keterbatasan AGJ-nya serta dapat melihat/
menguasai situasi dalam ring.Sedangkan Double Handler atau orang
yang memanggil anjing tidak kalah penting dalam pameran.
Bila
seekor AGJ akan dipamerkan hal pertama yang harus kita rencanakan
adalah menentukan siapa yang menjadi Handler dan Double Handler.
Orang
yang kebiasaan hariannya selalu dekat sekali hubungan dengan AGJ
tersebut adalah cocok untuk double handler agar ia dapat memanggil
dan memberi semangat pada AGJ.
Table
umur dan kwalifikasi dalam pameran AGJ
Umur
AGJ dalam Pameran dan hasil penilaian yang diberikan juri
berdasarkan Peringkat.
|
Kelas Anakkan |
|
Kelas A umur 3 bln - 6 bln |
|
Kelas B umur 6 bln - 9 bln |
|
Kelas C umur 9 bln -12 bln |
| |
|
|
|
Kwalifikasi Tertinggi Kelas
Anakkan |
|
Banyak Harapan 1,2,3 dst/BH |
|
Harapan 1,2,3 dst/H |
|
Kurang Harapan 1,2,3 dst |
| |
|
|
Kelas Remaja 12-18 bln |
|
Kelas Madya 18-24 bln |
| |
|
|
SG=Sangat Baik |
|
G=Baik |
|
A=Cukup |
|
M=Kurang Baik |
|
U =Sangat Kurang |
| |
|
| Kelas Dewasa > 24 bln |
|
VA=Sangat Istimewa |
|
V=Istimewa |
|
SG=Sangat Baik |
|
G=Baik |
|
A=Cukup |
|
M=Kurang Baik |
|
U=Sangat Kurang |
| |
|
Dengan
koordinasi yang harmonis antara "Handler-Double Handler"-AGJ maka
akan dapat penampilan AGJ yang anggun/bergaya, antusias dan
berdiri tegak sewaktu posisi "STAND" dan waktu dilarikan atau
berjalan ia dapat melangkah kakinya dengan bertenaga kuat (menarik)
Hasil
Pameran & Evaluasi
Juri menilai AGJ tersebut,
lalu mengkwalifikasi tergantung kelas usia dan mutunya. Lihat
kwalifikasi AGJ diatas.
Semua
orang pasti mempunyai keinginan sangat besar bila AGJ-nya
menduduki sebagai pemenang urutan ke 1 dengan kwalifikasi
tertinggi dalam kelasnya. Hal itu adalah sangat wajar.
Pada
umumnya AGJ yang mempunyai sesuatu keistimewaan yang biasa menjadi
pemenang urutan ke-1. Selain itu kita harus mempunyai target dalam
setiap pameran. Kwalifikasi tertinggilah yang menjadi target awal
dalam pameran, kalau AGJ kita sudah mendapatkan kwalifikasi
tertinggi sudah selayaknya kita berpuas dan berbangga diri, karena
AGJ kita sudah memenuhi standard sebagai AGJ karena kwalifikasi
ini akan tercantum di Silsilah dari keturunannya . Kalau kita akan
menerima setiap hasil pameran.
Lalu
kita secara obyektif mengevaluasi hasil pameran tersebut, apakah
kekurangan itu terdapat pada kondisi kesehatan itu terdapat
kondisi kesehatan AGJnya," handlernya ", "Double Handler", atau
memang AGJ itu sudah mencapai titik prestasi maksimal ?
Setelah
menemukan kekurangan-kekurangan dari evaluasi itu, kita berusaha
memperbaikinya agar dapat mencapai posisi urutan yang lebih paling
depan dilain kesempatan pameran.
|